Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Alat Optik dan Termometer

1.Mata
Mata adalah alat optik super canggih dan hebat yang dikaruniakan Allah swt , cara kerja mata ditiru oleh manusia dalam membuat kamera.

Mata kita dilengkapi dengan berbagai alat bantu, seperti lensa mata yang dapat berubah jarak fokusnya secara otomatis, jutaan sel sensor yang dapat membedakan warna dan air mata yang menjaga lensa mata tetap dalam kondisi yang bersih.

2.Kacamata
Dalam catatan sejarah, kaca mata banyak ditemukan didalam kebudayaan Cina pada abad ke-12, sedangkan Eropa pada abad ke-13. Fungsi utama dari kacamata pada saat itu, adalah membantu penglihatan manusia.

Saat ini kacamata dipakai untuk berbagai jenis keperluan dalam kehidupan manusia. Seperti, Keamanan, Perlindungan dari sinar matahari (Sunglasses), Mode, Keperluan Khusus dan lain sebagainya.

3.Kamera
Kamera mempunyai sejarah yang sangat panjang, cikal bakalnya adalah dengan ditemukannya “Camera Obscura” yang pertama kali ditemukan oleh Ilmuan muslim bernama Ibnu al-Hitsam sekitar tahun 1000 M. Meskipun merupakan cikal bakal kamera, tetapi Camera Obscura tidak seperti yang kita lihat sekarang.

Camera Obscura hanya memproyeksikan sinar yang berasal dari benda yang jauh, kemudian dibiaskan oleh lubang kecil yang berada di salah satu sisi pada ruang gelap, yang disebut “Baytul Mudzim” (kamar gelap) selanjutnya, gambar hasil proyeksi tersebut dilukis secara manual oleh tangan seorang pelukis atau hanya diamati saja.

Kamera yang secara lansung merekam gambar kedalam film dan bersifat permanen, pertama kali dibuat oleh Joseph Nicephora Niepce. Ia menggunakan kotak kayu yang agak besar untuk dibawa berpergian. Kamera pertama yang berukuran kecil dan dapat dibawa dengan mudah, dibuat oleh Johann Zahn pada tahun 1685 M.

4.Teropong Bintang
Teropong bintang adalah alat yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda di luar angkasa seperti bulan, bintang, komet, dan lain sebagainya. Sifat bayangannya adalah maya, terbalik dan diperbesar.

5.Teropong Bumi
Teropong bumi adalah alat yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda jauh yang ada di permukaan bumi. Bayangan yang terbentuk sifatnya maya, diperbesar dan tegak.

6.Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat suatu benda yang jaraknya dekat dengan ukuran yang sangat kecil (mikron) untuk diperbesar agar dapat dilihat secara detil. Sifat bayangan yang terjadi yaitu maya, terbalik dan diperbesar. Biasanya digunakan untuk melihat bakeri, sel, virus, dan lain-lain.

7.Teropong Prisma
Teropong prisma adalah tropong yang berfungsi untuk melihat benda yang jauh agar tampak lebih dekat dan terlihat jelas.

8.Periskop
Periskop adalah teropong yang digunakan oleh kapal selam yang pada umumnya digunakan untuk melihat keadaan sekitar di luar kapal selam.

9.Teropong Cermin
Tropong Cermin adalah teropong yang digunakan untuk melihat benda-benda langit antariksa dengan sifat gambar tidak terbalik, diperbesar, maya.

Suhu adalah besaran yang menunjukkan derajat panas suatu benda. Alat ukur suhu disebut termomoter,kalor didefinisikan sebagai energi panas yg dimiliki suatu zat.

10.Termometer alkohol.
Karena air raksa membeku pada – 400 C dan mendidih pada 3600, maka termometer air raksa hanya dapat dipakai untuk mengukur suhu-suhu diantara interval tersebut. Untuk suhu-suhu yang lebih rendah dapat dipakai alkohol (Titik beku – 1300 C) dan pentana (Titik beku – 2000 C) sebagai zat cairnya.

11. Termo Elemen.
Alat ini bekerja atas dasar timbulnya gaya gerak listrik (g.g.l) dari dua buah sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya.

12. Pirometer Optik. 
Alat ini dapat dipakai untuk mengukur temperatur yang sangat tinggi.

13. Termometer maksimum-minimum Six Bellani.
Adalah termometer yang dipakai untuk menentukan suhu yang tertinggi atau terendah dalam suatu waktu tertentu.

14. Termostat.
Alat ini dipakai untuk mendapatkan suhu yang tetap dalam suatu ruangan.
Hasil gambar untuk thermostat
15. Termometer diferensial.
Dipakai untuk menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan.

Pengertian Vertebrata

Vertebrata
Vertebrata adalah hewan bertulang belakang. Ini termasuk ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.

Ciri-ciri Hewan Vertebrata
  1. Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan dan ekor (tidak semua)
  2. Kulit terdiri atas epidermis dan dermis, menghasilkan rambut, sisik, bulu, kelenjar atau horn
  3. Endoskeleton tersusun dari tulang atau tulang rawan
  4. Faring bercelah, yang merupakan tempat insang pada ikan namun pada hewan darat terdapat pada tingkat embrio
  5. Otot melekat pada endoskeleton untuk bergerak
  6. Sistem pencernaan terdiri dari pancreas, hati, dan kelenjar pencernaan
  7. Jantung beruang 2 hingga 4
  8. Darah mengadnung sel darah putih, sel darah merah dan hemoglobin
  9. Rongga tubuh mengandung sistem visceral
  10. Gonad sepasang pada betina dan jantan
Pisces
1. Chondrichthyes
  • Celah insang berjumlah lima, meskupin ada yang memiliki 3, 6 atau 7
  • Usus pendek dan lebar berisi membrane ulir untuk menyerap makanan
  • Hati berukuran sangat besar untuk pencernaan
  • Fertilisasi internal
  • Ovipar
2. Osteichthyes
  • Mulut terdapat di bagian depan tubuh
  • Celah insang satu di masing masing sisi kepala
  • Sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah
  • Kuat dan licin karena sekresi mucus oleh kelenjar pada kulit
  • Ovipar
3.Amphibia
  • Berkulit licin tidak bersisik
  • Menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya (ektoterm)
  • Fertilisasi secara eksternal di air, genangan air, atau tempat lembab seperti bawah daun
  • Menghasilkan telur (Ovipar) yang tidak bercangkang
4. Reptilia
  • Anggota tubuh berjari lima
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Jantung beruang tiga atau empat
  • Fertilisasi internal
  • Menghasilkan telur (Ovipar) dengan telur Amniotik bercangkang
5. Aves
  • Berparuh dari bahan keratin
  • Tidak bergigi
  • Struktur tulang menyerupai sarang lebah hingga kuat namun ringan
  • Memiliki empedal untuk menghancurkan makanan
  • Bernapas dengan paru-paru
6.Mammalia
  • Geligi dengan berbagai ukuran dan bentuk
  • Rahang bawah tersusun dari satu tulang
  • Bernapas dengan paru paru
  • Jantung beruang empat
  • Diafragma diantara rongga perut dan rongga dada untuk pernapasan


Alat – Alat Kultur Jaringan Beserta Fungsinya

Alat – Alat Kultur Jaringan Beserta Fungsinya 

1. Petridish
Cawan Petridish difungsikan untuk pembiakan bakteri dalam mikrobiologi, sebagai alat penimbang sample, untuk mengeringkan bahan sample. Pada kultur jaringan Cawan Petridish digunakan untuk wadah/tempat memotong-motong eksplan.

2. Spatula
Spatula difungsikan untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padat dan dapat dipakai sebagai pengaduk larutan.

3. Pinset
Pinset digunakan untuk mengambil atau menarik beberapa sampel. Fungsi pinset itu untuk menjepit benda kecil atau pun yang sangat lembek(lembut), ada beberapa sampel atau zat-zat yang terdapat di laboratoriumm yang bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada manusia.

4. Pinset Dental
Pinset digunakan untuk mengambil atau menarik beberapa sampel. Fungsi pinset itu untuk menjepit benda kecil atau pun yang sangat lembek(lembut), ada beberapa sampel atau zat-zat yang terdapat di laboratoriumm yang bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada manusia.

5. Timbangan 0.01-100gr
Timbangan Teknis 0.01 g berfungsi untuk mengukur berat suatu benda dengan kemampuan baca 0.01g. Untuk menjaga akurasi timbangan perlu dilakukan kalibrasi alat dengan standart Nasional.

6. Timbangan Analytical 0.1 mg
Timbangan Laboratorium, Timbangan Analaytical Balance digunakan untuk menimbanga bahan-bahan laboratorium, Seperti partikel atau bahan dasar kimia. Timbangan Analytical balance memiliki keunggulan dalam akurasi penghitungan dengan pencapaian empat angka dibelakang koma dalam satuan gram (0.0001 gr), jika di konversikan dalam mg menjadi (0.1 mg). Timbangan Laboratorium sudah dilengkapi dengan kaca penutup yang berfungsi untuk menghalangi angin pada saat melakukan penimbangan.

7. Gelas ukur
Gelas Ukur/Cylinder digunakan untuk mengukur volume larutan yang bentuknya seperti corong ataupun gelas yang mempunyai ukuran volume mililiter berfariasi.

8. Bunsen
Pembakar Bunsen (Bunsen Burner) Salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril adalah pembakar bunsen. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen dapatmenggunakan bahan bakar gas atau metanol.

9. Corong kaca
Corong Gelas dan pelastik digunakan untuk memindahkan cairan dari wadah satu ke wadah yang lain terutama pada wadah dengan berdiameter kecil. Funnel juga dapat membantu penyaringan dengan menaruh kertas saring pada mulut corong.

10. Corong Plastik
Corong Gelas dan pelastik digunakan untuk memindahkan cairan dari wadah satu ke wadah yang lain terutama pada wadah dengan berdiameter kecil. Funnel juga dapat membantu penyaringan dengan menaruh kertas saring pada mulut corong.

11. Pengaduk kaca
Pengaduk kaca digunakan untuk mengaduk larutan-larutan yang ada pada kultur jaringan.

12. Pipet Pelastik
Pipet digunakan untuk memindahkan sejumlah cairan dari wadah satu ke wadah yang lain.

13. Plastik Warp
Warping plastic digunakan untuk menutup botol dan menjaga suhu dan kelembaban dalam botol, sehingga udara dan kondisi luar tidak mengkontaminasi kondisi botol.

14. Enkase
Enkase digunakan untuk menjaga ruang kerjauntuk stabilitas dan sterilisasi media alat kultur jaringan.

15. Botol Kultur
Botol Kultur digunakan sebagai wadah sample/ekspan dibudidayakan.

16. Tutup Botol kultur
Tutup botol plastik digunakan untuk penutup botol kultur sehingga suhu dan kelembaban dalam botol dapat terjaga.

17. Rak Kultur
Rak kultur digunakan untuk tempat letak budidaya sample/eksplan yang sudah dalam botol kultur. Rak kultur dapat disesuaikan dengan jumlah motor.

18. Autoclave electric
Autoclave adalah salah satu alat yang digunakan untuk mensterilisasi alat-alat kultur jaringan. Fungsi kerja autoclave dengan menghasilkan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (121°C, 15lbs) yang akan membunuh mikroorganisme yang ada pada alat-alat kultur jaringan seperti Cylinder, Beaker, Petridish, dan lain-lain.

19. Laminar Airflow
 Laminar AirFlow berfungsi untuk membuat ruang kerja tetap steril. Laminar AirFlow akan menghisap udara dari luar dan menyaringnya sehingga udara dari luar tidak mengkontaminasi ruang kerja laminar AirFlow.

20. Freezer
Lemari pendigin berfungsi untuk menyimpan sampel yang dianalisa serta media-media yang mudah menguap dan media yang tidak tahan terhadap panas.

21. Incubator
Incubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yg terkontrol.

22. Oven
Laboratory Oven berfungsi sebagai alat sterilisasi yang menggunakan prinsip suhu bertekanan tinggi sehingga mikroorganisme yang terdapat pada alat/media kultur jaringan mati. Laboratory Oven juga berfungsi sebagai alat analisa kadar air dan laboratory oven digunakan untuk mengeringkan alat yang telah digunakan

23. Shaker
Shaker ini digunakan dalam proses pengadukan dengan sistem orbital dalam proses pembuatan bakteri atau larutan. Dapat memuat beberapa erlenmeyer, sehingga proses pembuatan bakteri/larutan menjadi lebih efisien.

24. Hot Plate & Magnetic Stirer
Shaker ini digunakan dalam proses pengadukan dengan sistem orbital dalam proses pembuatan bakteri atau larutan. Dapat memuat beberapa erlenmeyer, sehingga proses pembuatan bakteri/larutan menjadi lebih efisien.


Pengertian Karet

KARET

1. Pengertian Karet

        Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Bahan karet ini berasal dari sebuah pohon yaitu Pohon karet. Pohon karet berasal dari lembah Amazon Brasilia dengan nama ilmiah Hevea brasiliensis. Pohon karet baru masuk ke Asia pada tahun 1876 M, setelah inggris menyeludupkan biji karet dari Brazilia untuk dikembangkan di Taman Botani Inggris dan negara-negara jajahannya termasuk Malaysia.

2. Macam-macam

        Karet dibedakan menjadi dua macam yaitu Karet Alam dan Karet Sintetik. Secara kimiawi karet alam adalah senyawa hidrokarbon yang merupakan polimer alam hasil penggumpalan makromolekul poliisoprena (C5H8)n. Sedangkan karet sintetis adalah karet yang terbuat dari bahan baku yang berasal dari minyak batu bara, minyak, gas alam, dan acetylene. Jenis-jenis karet sintesis yaitu:

• NBR (Nytrile Butadiene Rubber)
• CR (Chloroprene Rubber)
• IIR (Isobutene Isoprene Rubber)

3. Ciri-ciri

Karet alam
Karet alam memiliki daya elastisitas yang baik, mudah pengolahannya, tidak mudah aus (tidak mudah habis karena gesekan), dan tidak mudah panas. Sifatnya adalah memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan, tanpa hentakan yang berula-ulang, serta daya lengket yang tinggi terhadap berbagai bahan.

Karet sintetis
Karet sintetis memiliki daya tahan terhadap suhu/panas, minyak, pengaruh udara, dan kedap gas.

• NBR (Nytrile Butadiene Rubber)
NBR memiliki ketahanan yang tinggi terhadap minyak, digunakan dalam pembuatan pipa karet untuk bensin dan minyak, membran, seal, gaskot.

• CR (Chloroprene Rubber)
CR memiliki ciri tahan terhadap nyala api, digunakan sebagai bahan pipa karet, pembungkus kabel, seal, gaskot, dan sabuk pengangkut.

• IIR (Isobutene Isoprene Rubber)
IIR memiliki ciri kedap terhadap air, digunakan untuk bahan ban bermotor, pembalut kawat listrik, pelapis bagian dalam tangki, serta penyimpan lemak dan minyak.

4. Contoh

Karet alam: Ban pesawat terbang dan ban mobil balap dibuat dari bahan baku  utama karet alam murni.

Karet sintetis: Pipa karet untuk minyak dan bensin, seal, gasket. Karet CR mempunyai kelebihan tahan api, untuk pembuatan pipa karet, pembungkus kabel, seal, gasket, sabuk/ban berjalan. Jenis IR yang tahan gas digunakan untuk campuran pembuatan ban kendaraan bermotor, pembalut kabel listrik, serta pelapis tangki penyimpan minyak atau lemak.


Penjelasan Gelombang

GELOMBANG
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat ruang hampa udara, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya pegas) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal.
Gelombang dapat dibedakan menjadi Gelombang Transversal dan gelombang Longitudinal, Gelombang transversal memiliki ciri arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya, sedangkan gelombang longitudinal memiliki ciri arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya.

Gelombang dapat juga dibedakan menjadi gelombang mekanik dan Gelombang      Elektromagnetik. Gelombang mekanik memerlukan zat perantara (medium) dalam melakukan rambatannya, contohnya gelombang yang terjadi pada tali. sedangkan gelombang elektromagnetik tidak memerlukan medium atau zat perantara, contohnya cahaya matahahari bisa sampai ke bumi walaupun harus melewati ruang hampa.

Gelomabng pada umumnya memiliki ciri-ciri :

·         Dapat dipantulkan atau berbalik arah rambatannya  (Pemantulan)
·         Dapat dibiaskan  atau dapat mengalami pembelokan arah rambatan (Pembiasan)
·         Dapat di difraksikan atau dapat mengalami pelenturan.
·         Dapat berinterferensi atau dapat berpadu (Penguatan atau Pelemahan)
·         Dapat didisversikan atau diuraikan, contohnya cahaya putih (polykromatik) terurai menjadi cahaya monokromatik sbb : merah – jingga – kuning – hijau – biru - ungu (me – ji – ku – hi – bi – u) setelah melewati prisma.
·         Dapat dipolarisasikan (dapat mengalami pengutuban) ini khusus untuk gelombang transversal

      Dalam Fisika dikenal berbagai gelombang, misalnya gelombang permukaan air, gelombang tali, gelombang bunyi, dan gelombang cahaya. perhatikan gambar, Sonar atau Sound Navigation and Ranging merupakan suatu metode penggunaan gelombang ultrasonik untuk menaksir ukuran, bentuk, dan kedalaman benda-benda di bawah air. Metode ini digunakan antara lain untuk menentukan posisi kawanan ikan di bawah air.Apakah pengertian gelombang? Bagaimana aplikasi konsep gelombang pada peralatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari?.


                1.  Gelombang air laut untuk menggerakkan Turbin
            Dengan adanya gelombang air laut, maka energi  yang dihasilkannya dapat mengubah energi potensial menjadi energi kinetik, yang dapat menyebabkanberputarnya turbin sebuah generator  akibat energi dorongan dari air laut tersebut.

                  

                   2.  Radar
              Penggunaan Radar dalam berbagai bidang:
                   A.    Cuaca
            Weather Radar, merupakan jenis radar cuaca yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi intensitas curah hujan dan cuaca buruk, misalnya badai.
       Wind Profiler, merupakan jenis radar cuaca yang berguna untuk mendeteksi kecepatan dan arah angin dengan menggunakan gelombang suara (SODAR).
                   B.     Militer
            Airborne Early Warning (AEW), merupakan sebuah sistem radar yang berfungsi untuk mendeteksi posisi dan keberadaan pesawat terbang lain. Sistem radar ini biasanya dimanfaatkan untuk pertahanan dan penyerangan udara dalam dunia militer. Radar pemandu peluru kendali, biasa digunakan oleh sejumlah pesawat tempur untuk mencapai sasaran/target     penembakan. Salah satu pesawat yang menggunakan jenis radar ini adalah pesawat tempur Amerika Serikat F-14. Dengan memasang radar ini pada peluru kendali udara (AIM-54 Phoenix), maka peluru kendali yang ditembakkan ke udara itu (air-to-air missile) diharapkan dapat mencapai sasarannya dengan tepat.
                   C.     Kepolisian
            Radar biasa dimanfaatkan oleh kepolisian untuk mendeteksi kecepatan kendaraan   bermotor saat melaju di jalan. Radar yang biasa digunakan untuk masalah ini adalah radar gun (radar kecepatan) yang berbentuk seperti pistol dan microdigicam radar.

                   D.    Pelayaran
     Dalam bidang pelayaran, radar digunakan untuk mengatur jalur perjalanan kapal  dapat berjalan dan berlalu lalang di jalurnya masing-masing dan tidak saling bertabrakan, sekalipun dalam
              cuaca yang kurang baik, misalnya cuaca berkabut.
            E.     Penerbangan
     Dalam bidang penerbangan, penggunaan radar terlihat jelas pada pemakaian Air Traffic Control (ATC). Air Traffic Control merupakan suatu kendali dalam pengaturan
              lalu lintas udara. Tugasnya adalah untuk mengatur lalu lalang serta kelancaran lalu
              lintas udara bagi setiap pesawat terbang yang akan lepas landas (take off), terbang
              di udara, maupun yang akan mendarat (landing). ATC juga berfungsi untuk
              memberikan layanan bantuan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi dan kondisi
bandara yang dituju.

Spektrum adalah sebuah kata lain yang berarti “hantu” atau bayangan hitam. Kata Spektrum  pertama kali digunakan oleh Isaac Newton pada tahun 1671. Untuk menjelaskan bayangan sinar yang dibentuk oleh prisma menyerupai pelangi yang berwarna warni seperti lagu anak TK “pelangi-pelangi” yang dinamakan spektrum gelombang elektromagnetik.

Spektrum gelombang elektromagnetik terdiri atas tujuh macam gelombang yang dibedakan berdasarkan frekuensi serta panjang gelombang tetapi cepat rambat di ruang hampa adalah sama. Yaitu c =3 x 108 m/s. Seperti yang sudah dibahas dalam teori Maxwell tentang gelombang elektromagnetik. frekuensi gelombang terkecil adalah gelombang cahaya serta panjang gelombang terbesar sedangkan frekuensi terbesar adalah sinar gamma serta panjang gelombang terpendek.



Urutannya adalah:  
  • gelombang radio dan televisi
  • gelombang mikr
  • infra merah
  • cahaya tampak
  • ultraviolet
  • siar x
  • sinar gamma
Urutan dari atas ke bawah adalah frekuensi makin besar serta panjang gelombang makin pendek karena frekuensi dan panjang gelombang berbanding terbalik seperti yang sudah dibahas pada gejala-gejala gelombang.

Berikut kegunaan serta sifat dari spektrum gelombang elektromagnetik 
 
1. Gelombang radio dan Televisi
Gelombang radio dan televisi, memiliki frekuensi terkecil untuk semua spektrum gelombang elektromagnetik frekuensi dimulai dari 30 kHz . sumbernya adalah oscilator elektronik yang bergetar. Gelombang ini memiliki kegunaan serta dikelompokkan tergantung kepada panjang gelombangnya serta frekuensinya. Mulai dari alat komunikasi radio FM, Televisi serta telepon.

2. Gelombang Mikro.
Gelombang mikro merupakan gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi(SHF=Super High Frekuensi), yaitu 3 GHz (3 x 109 Hz).Gelombang mikro dihasilkan oleh peralatan yang dinamakan tabung klystron. Kegunaanya adalah sebagaipenghantar energi panas yang digunakan pada oven mikrowave(mikrowave oven) untuk memasak makan lebih cepat serta ekonomis. Kegunaan lain adalah pada antene RADAR(Radio Detection and Ranging) pesawat radar ini bekerja menggunakan sifat pemantulan seperti halnya pada binatang kelelawar yang menggunakan ultrasonic untuk penginderaan.

3. Infra merah.
Sinar infra merah memiliki daerah dengan jangkauan frekuensi 1011 sampai 1014 Hz. Sinar infra merah dihasilkan oleh elektron dari molekul-molekul yang bergetar karena panas. Misalnya bara api, nyala api, tubuh manusia. Sumber infra merah terbesar adalah matahari. Sinar ini memiliki sifat membawa energi panas, sehingga dengan intensitas yang tinggi bisa membakar kuli. Sifat lainnya tidak terlihat tetapi dapat menghitamkan pelat foto sehingga digunakan untuk penginderaan pada tempat gelap, kamera infra merah serta membuat foto satelit seperti yang digunakan dalam google earth.

4. Cahaya atau sinar tampak
Sinar tampak adalah satu-satunya spektrum gelombang elektromagmnetik yang dapat dilihat semuanya terdiri dari tujuh spektrum warna yaitu: merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu. Sinar merah memiliki panjang  gelombang terpanjang tetapi frekuensi terkecil serta ungu panjang gelombang terpendek tapi frekuensi terbesar.

5. ultraviolet
Sinar ultraviolet  dihasilkan oleh atom dan molekul dalam loncatan nyala api listrik. Memiliki energi kmia sehingga bisa memendarkan barium platina sianida, menghitamkan pelat foto serta dapat membunuh bakteri juga kuman-kuman. Sebagai detektor untuk membedakan antara uang asli dan palsu.  Sumber-sumber ultraviolet adalah matahari, busur karbon,lampu mercury.

6. Sina-x
Sinar-x. disebut juga sinar rontgen  dihasilkan oleh elektron-elektron yang terletak dibagian kulit elektron atau dari pancaran radisi yang keluar ketika elektron yang berkecepatan tinggi menumbuk permukaan logam. Mempunyai daya tembus sangat besar sehingga dapat digunakan untuk memotret susunan tulang dalam tubuh, misalnya untuk menentukan letak tulang yang retak akibat kecelakaan. Termasuk berbahaya karena dapat mengionisasi sel hidup sehingga tidak boleh digunakan oleh ibu hamil maka untu melihat janin dalam kandungan digunakan ultrasonografi.

7.sinar gamma,
Sinar gamma memiliki frekuensi paling besar serta panjang gelombang terkecil diantara spektrum gelombang elektromagnetik sehingga daya tembus sangat besar dapat menembus pelat besi. Dihasilkan dari inti atom yang tidak stabil . Dapat digunakan  untuk membunuh sel kanker serta sterilisasi alat-lat kedokteran.


Proses Pembentukan Awan

PROSES PEMBENTUKAN AWAN

Awan dapat terbentuk jika terjadi kondensasi uap air di atas permukaan bumi. Udara yang mengalami kenaikan akan mengembang secara adiabatik karena tekanan udara di atas lebih kecil daripada tekanan di bawah. Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol inilah yang berfungsi sebagai perangkap air dan selanjutnya akan membentuk titik-titik air. Selanjutnya aerosol ini terangkat ke atmosfer, dan bila sejumlah besar udara terangkat ke lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan mengalami pendinginan dan selanjutnya mengembun. Kumpulan titik-titik air hasil dari uap air dalam udara yang mengembun inilah yang terlihat sebagai awan. Makin banyak udara yang mengembun, makin besar awan yang terbentuk. 

Karakteristik dari arus udara vertikal akan menentukan jenis dan bentuk awa. Berdasarkan sebab-sebab kenaikan udara, maka awan dapat diklasifikasikan menurut ketinggian dasar awan dan metode formasinya: (sumber : Meteorologi Indonesia Vol 1)

 1. PROSES PEMBENTUKAN AWAN
A. Evaporasi
Secara umum, energi dari penyinaran matahari yang sampai di permukaan bumi akan diserap oleh laut, sungai, danau dan tumbuhan, sehingga menyebabkan terjadinya penguapan di permukaan bumi. Uap air yang naik ke udara atau atmosfer semakin lama semakin tinggi karena tekanan udara di dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan di atmosfer bagian atas. Semakin ke atas, suhu atmosfer juga semakin dingin, maka uap air mengembun pada debu-debu atmosfer membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 - 100 mm (1 mm = 1 / 1.000.000 meter). Miliaran titik-titik air tersebut kemudian berkumpul membentuk awan.

Udara di sekeliling kita banyak mengandung uap air. Tidak terhitung banyaknya gelembung udara yang terbentuk oleh busa laut secara terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air terangkat ke langit. Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol inilah yang berfungsi sebagai perangkap air dan selanjutnya akan membentuk titik-titik air. Selanjutnya aerosol ini naik ke atmosfer, dan bila sejumlah besar udara terangkat ke lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan mengalami pendinginan dan selanjutnya mengembun. Kumpulan titik-titik air hasil dari uap air dalam udara yang mengembun inilah yang terlihat sebagai awan.
Makin banyak udara yang mengembun, makin besar awan yang terbentuk.

B. Kondensasi
Proses kondensasi dan pembentukan awan di daerah tropis dan di daerah lintang menengah dan tinggi mempunyai perbedaan yang menyolok. Di daerah tropis umumnya proses kondensasi dan pembentukan awan dapat terjadi pada suhu tinggi (>0°C) melalui pengangkatan udara atau konveksi yang diakibatkan oleh pemanasan yang kuat. Sedang di daerah lintang menengah dan tinggi proses yang terjadi umumnya karena adanya front yaitu pertemuan massa udara panas dan massa udara dingin. Cuaca di daerah tropis ditandai dengan perubahan yang
cepat dan mendadak, hal ini disebabkan oleh berbagai hal seperti adanya garis ekuator dimana gaya coriolli mendekati nol, adanya ITCZ, ridge dan through, awan-awan konvektif, sel hadley dan sirkulasi walker.

        Dalam atmosfer tetes awan terbentuk pada aerosol yang berfungsi sebagai inti kondensasi atau inti pengembunan. Inti kondensasi adalah partikel padat atau cair yang dapat berupa debu, asap, belerang dioksida, garam laut (NaCl) atau benda mikroskopik lainnya yang bersifat higroskopis, dengan ukuran 0,001 – 10 mikrometer. Kecepatan pembentukan tetes tersebut ditentukan oleh banyaknya inti kondensasi. Proses dimana tetes air dari fasa uap terbentuk pada inti kondensasi disebut pengintian heterogen. Adapun pembentukan tetes air dari fasa uap dalam suatu lingkungan murni yang memerlukan kondisi sangat jenuh (supersaturation) disebut pengintian homogen. Pengintian homogen yaitu pembekuan pada air murni hanya akan terjadi pada suhu dibawah -40°C. Akan tetapi dengan keberadaan aerosol sebagai inti kondensasi maka pembekuan dapat terjadi pada suhu hanya beberapa derajat dibawah 0° C.

Apabila udara basah didinginkan hingga dibawah suhu titik embunnya, maka akan terjadi kondensasi pada inti-inti kondensasi yang terdapat di udara. Inti kondensasi tersebut ada yang memiliki daya serap kuat terhadap air, yang disebut dengan inti higroskopis, misalnya : partikel-partikel garam laut. Pada inti higroskopis, kondensasi dapat terjadi pada kelembaban kurang dari 100%.

       Secara singkat proses kondensasi dalam pembentukan awan adalah sebagai berikut:
Udara yang bergerak ke atas akan mengalami pendinginan secara adiabatik sehingga kelembaban nisbinya (RH) akan bertambah, tetapi sebelum RH mencapai 100 %, yaitu sekitar 78 % kondensasi telah dimulai pada inti kondensasi yang lebih besar dan aktif. Perubahan RH terjadi karena adanya penambahan uap air oleh penguapan atau penurunan tekanan uap jenuh melalui pendinginan.
Tetes air kemudian mulai tumbuh menjadi tetes awan pada saat RH mendekati 100 %. Karena uap air telah digunakan oleh inti-inti yang lebih besar dan inti
yang lebih kecil kurang aktif tidak berperan maka volume tetes awan yang terbentuk jauh lebih kecil dari jumlah inti kondensasi.

      Tetes awan yang terbentuk umumnya mempunyai jari-jari 5 – 20 mm. Tetes dengan ukuran ini akan jatuh dengan kecepatan 0,01 – 5 cm/s sedang kecepatan aliran udara ke atas jauh lebih besar sehingga tetes awan tersebut tidak akan jatuh ke bumi. Bahkan jika kelembaban udara kurang dari 90 % maka tetes tersebut akan menguap. Untuk dapat jatuh ke bumi tanpa menguap maka diperlukan suatu tetes yang lebih besar yaitu sekitar 1 mm (1000 mikrometer), karena hanya dengan ukuran demikian tetes tersebut dapat mengalahkan gerakan udara ke atas (Neiburger, et. al., 1995).
Jadi perbedaan antara tetes awan dan tetes hujan adalah pada ukurannya. Jika sebuah awan tumbuh secara kontinu, maka puncak awan akan melewati isoterm 0°C. Tetapi sebagian tetes-tetes awan masih berbentuk cair dan sebagian lagi berbentuk padat atau kristal-kristal es jika terdapat inti pembekuan. Jika tidak terdapat inti pembekuan, maka tetes-tetes awan tetap berbentuk cair hingga mencapai suhu -40°C bahkan lebih rendah lagi.

C. Pembekuan dan Deposisi
Tetes air di udara yang mengalami pendinginan dibawah 00C, belum tentu menjadi beku dan disebut sebagai air super-dingin. Tetes-tetes awan umumnya terjadi dalam keadaan super dingin pada suhu sekitar -2000 C. Namun demikian, apabila tetes-tetes super dingin tersebut tersentuh oleh benda padat atau partikel lain yang ada di udara, maka akan segera membeku. Pada proses pembekuan yang terjadi di dalam atmosfer ini, terdapat inti-inti tertentu yang disebut sebagai inti-bekuan.
Proses dimana uap air langsung membeku tanpa melalui proses mencair terlebih dahulu disebut dengan deposisi. Inti bekuan, umumnya digunakan dalam istilah meteorologi untuk inti-inti yang menyebabkan pembentukan es. Pembentukan es ini asalnya terdapat pada selapis tipis air pada permukaan inti bekuan, kemudian baru membeku. Karena sangat tipisnya lapisan air tersebut,
sehingga sukar untuk menandai adanya tetes air. Inti-inti bekuan yang terjadi tersebut disebut juga dengan inti-inti es.

Adanya inti-inti bekuan di atmosfer kemungkinan berasal dari partikel-partikel tanah/debu tertentu yang tertiup angin kemudian melayang di udara. Karena adanya turbulensi, memungkinkan inti-inti tersebut melayang sampai ketinggian yang cukup tinggi.
                 

2. PENYEBAB UMUM PEMBENTUKAN AWAN
Kebanyak awan terbentuk apabila udara basah bergerak vertikal ke atas dan kemudian mengalami pendinginan karena udara mengembang yang selanjutnya sebagian uap air berkondensasi dan membentuk awan. Beberapa gerakan vertikal yang menyebabkan pembentukan awan adalah :
a. Pembentukan karena Tubulensi Mekanis
Arus udara di permukaan bumi umumnya mengalami perubahan bentuk karena pengaruh gaya hambat yang mengakibatkan terbentuknya serangkaian olakan-olakan angin (eddy). Gerak turbulensi ini terbentuk karena arus udara melalui bangunan-bangunan, pepohonan, bukit-bukit dan lain sebagainya.

             Jika pada mulanya lapisan udara dalam keadaan stabil, kemudian mengalami percampuran, maka lapisan udara bagian atas akan mengalami pendinginan, sedangkan bagian bawahnya akan mengalami pemanasan. Sebagai akibatnya, maka akan terbentuk lapse rate adiabatis kering, selama udara masih belum jenuh. Uap air yang terbawa dalam proses percampuran tersebut, pada suatu ketinggian dibawah puncak lapisan hambat kemungkinan akan menjadi jenuh dan terjadi kondensasi. Ketinggian dimana mulai terjadi kondensasi pada
proses tersebut disebut dengan ketinggian kondensasi campuran (mixing condensation level disingkat MCL), yang merupakan dasar dari awan yang terbentuk.

Awan yang terbentuk melalui proses ini adalah awan-awan merata (stratus) dan merupakan lembaran awan yang tidak memiliki bentuk tertentu. Awan turbulensi juga bisa terbentuk dibawah dasar awan-awan hujan seperti Nimbostratus (Ns), Altostratus (As) dan Cumolonimbus (Cb).

b. pembentukan konvektif termal
Apabila udara mengalami pemanasan dekat permukaan bumi, maka berkembanglah arus konveksi. Bersamaan dengan turbulensi mekanis akan mengakibatkan percampuran udara pada lapisan bawah atmosfer.
Awan yang terbentuk melalui proses ini adalah awan-awan rendah jenis Cumulus (Cu). Ketebalan awan konvektif (dari dasar awan sampai puncak awan) berkisar dari satu atau dua kilometer sampai mencapai sepuluh kilometer atau lebih. Cumulus-Cumulus kecil yang terpisah-pisah dan dalam perkembangannya tidak memungkinkan untuk terjadinya hujan, disebut awan Cumulus cuaca-cerah.
Sumber : Soejitno (1973), Meteorologi Umum hal.106

Kadang-kadang perkembangan vertikal dari awan Cu ini terhalang oleh adanya lapisan inversi, sehingga puncak awan kemudian terpencar horizontal dibawah lapisan inversi tersebut yang kemudian berkembang menjadi awan Stratocumulus (Sc).

Puncak awan konvektif bisa mencapai ketinggian dimana kristal-kristal es mulai terbentuk dan disebut sebagai awan Cumolonimbus (Cb) yang biasanya disertai dengan badai guntur. Awan Cb ini kadang-kadang memiliki tinggi dasar awan kurang dari satu kilometer dengan puncak awan lebih dari sepuluh kilometer.

Bentuk pucak awan Cb sering tampak seperti landasan, hal ini disebabkan karena puncak awan ini terhalang oleh lapisan udara yang stabil atau lapisan inversi di atasnya, sehingga puncaknya kemudian terpencar horizontal.

Dalam keadaan labilitas yang kuat, jumlah energi yang maha besar akan timbul dari terlepasnya panas latent. Arus udara ke atas mencapai lebih dari sepuluh kilometer per detik yang dapat menahan jatuhnya tetes-tetes air kebawah. Jika dalam keadaan ini arus udara yang naik terganggu dan menjadi lemah, maka terjadilah hujan lebat disertai badai guntur.

c. Pembentukan Awan karena Orografi
Jika pada suatu saat arus udara mencapai kaki gunung atau barisan pegunungan, maka udara dipaksa naik melalui lereng-lereng pegunungan tersebut. Hal ini terjadi baik bagi udara dekat permukaan tanah maupun udara di atasnya.

Pengaruh dari naiknya arus udara tersebut dapat mencapai kedalam lapisan atmosfer yang tinggi, sehingga dapat merubah keadaan suhu dalam lapisan tersebut. Udara yang telah dipaksa naik akan mengalami pendinginan adiabatis yang selanjutnya memungkinkan terbentuknya awan. Tidak semua arus udara yang naik ke atas pegunungan akan membentuk awan, seperti pada udara yang tidak cukup basah.

Jenis awan yang terbentuk dari proses ini tergantung dari beberapa faktor, diantaranya keadaan stabilitas udara. Dalam udara basah yang stabil, biasanya terbentuk awan Stratus (St) dan jika udara basah labil, maka akan terbentuk awan Cumulus(Cu) atau Cumolonimbus(Cb).
Di wilayah balik pegunungan, arus udara yang semula naik akan bergerak turun dan udara akan mengalami pemanasan yang mengakibatkan menghilangnya awan dengan cepat.
Sumber : Soejitno (1973), Meteorologi Umum hal.103

         Awan orografi ini umumnya terbentuk terus menerus pada daerah lereng dimana angin datang, sedangkan dibalik pegunungan udara akan cerah.
Awan-awan orografi tampak seperti tidak bergerak (stasioner), meski sebenarnya arus udara berlangsung terus. Dalam hal ini kadang-kadang awan terbentuk tinggi di atas gunung atau bukit, dimana terdapat lapisan udara yang hampir jenuh di atas gunung tersebut, sehingga bentuk awan ini seperti topi bagi gunung tersebut. Awan semacam ini apabila dilihat dari bawah akan tampak seperti lensa, sehingga disebut awan lensa (lenticular cloud).

d. Pembentukan Awan karena Kenaikan Lambat dan Luas
Pembentukan awan yang telah diuraikan sebelumnya, umumnya terjadi di atas daerah yang luasnya hanya meliputi beberapa kilometer. Selain itu, awan juga terjadi oleh gerakan udara vertikal pada suatu daerah yang luas karena pengaruh suatu sistem arus udara yang sangat luas. Sistem tersebut adalah sistem tekanan rendah (depresi) dan sistem tekanan tinggi (antisiklon).

          Arus udara vertikal ke bawah terjadi di atas daerah antisiklon yang disebut subsidensi dan disertai oleh konvergensi di bagian atas serta divergensi di bagian bawah. Proses sebaliknya terjadi di atas daerah depresi yang disertai divergensi di bagian atas dan konvergensi di bagian bawah akan mengakibatkan adanya arus udara vertikal naik. Arus udara naik di atas daerah depresi ini terjadi pada daerah yang sangat luas, sehingga kecepatan udara naik ini relatif kecil. Namun demikian, arus udara naik ini dapat berlangsung lama (beberapa hari) sehingga mengakibatkan naiknya massa udara dalam jumlah yang besar di atas wilayah yang luas (beberapa kilometer).
 
Prinsip kerja termos air panas
Menurut Teori Pertukaran dari Henry Prevost Babbage (1824 – 1918) bahwa benda yang lebih dingin selalu menyerap gelombang panas dari benda yang lain sampai keduanya mempunyai temperatur yang sama. Didasarkan pada teori ini maka teh yang panas ataupun dingin dalam termos akan kehilangan panas atau menyerap panas dari tempatnya. Namun, termos sudah didesain agar bisa menghambat ketiga cara panasberpindah: konduksikonveksi, dan radiasi.

Lalu Bagaimana Prinsip Kerja Termos?
Prinsip kerja termos itu sederhana. Termos menggunakan bahan yang bersifat adiabatik. Bahan adiabatik secara ideal menghambat atau tidak memungkinkan terjadinya interaksi, antara sistem dengan lingkungan.

Kalau tidak ada interaksi antara sistem dan lingkungan, maka tidak ada perpindahan kalor antara sistem dalam termos dengan lingkungannya. Akibatnya tidak terjadi pertukaran temperatur.
Dengan menggunakan bahan adiabatik ini termos mampu mempertahankan suhu air yang berada di dalamnya. Air panas yang udah masuk termos tidak cepat dingin.

   Pada tahun 1902, ketika James Dewar ingin memberikan susu pada anaknya. Ia mengalami suatu problematika dimana susu hangat yang beliau simpan, cepat sekali mengalami penurunan suhu. Beliau berpikir mengenai suatu alat yang dapat digunakan untuk mempertahankan suhu hangat dalam suatu minuman tanpa melibatkan suatu energi apapun. Baik panas maupun listrik.


Akhirnya beliau berhasil menciptakan sebuah wadah yang bernama “Bejana Dewar”. Sebuah wadah cikal bakal termos.
Skema Desain Termos
Bagaimana beliau membuatnya adalah dengan menciptakan botol vacuum. Termos terdidi dari dua lapisan. Lapisan dalam dan lapisan luar. Lapisan dalam dilapisi dengan material perak atau kaca agar dapat mempertahankan panas. Itulah sebabnya mengapa sewaktu kalian melihat bagian dalam termos akan terlihat material berkilau seperti kaca.

Antara lapisan dalam dan lapisan luar, terdapat sebuah ruangan kosong dan dalam kondisi vacuum. Yaitu kondisi dimana udara tidak dapat masuk dan keluar. Akibat dari adanya ruangan hampa seperti inilah yang dapat mencegah dan mengurangi perambatan kalor/suhu panas dari air keluar dinding. Sehingga kondisi suhu pada air dapat dipertahankan selama beberapa hari.

Dengan kata lain radiasi panas yang dipancarkan oleh air dapat dicegah. Itulah sebabnya mengapa jika kalian menyentuh dinding termos yang berisi air panas tidak terasa panas. Berbeda jika halnya ketika kalian menyentuh dinding gelas yang berisi air panas akan terasa panas.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More